zakat menurut istilah adalah

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di Esadayalestari.co.id. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang zakat menurut istilah, menggali maknanya, dan mengkaji aspek-aspek penting yang melingkupinya. Zakat, sebagai salah satu rukun Islam, memegang peranan krusial dalam kehidupan umat Muslim. Oleh karena itu, memahami konsepnya secara komprehensif sangatlah esensial.

Pendahuluan

Definisi Zakat

Zakat secara bahasa berasal dari kata “zaka” yang berarti bersih, suci, dan tumbuh. Dalam terminologi syariat Islam, zakat didefinisikan sebagai bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Zakat merupakan ibadah mali yang memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang sangat signifikan.

Dasar Hukum Zakat

Kewajiban zakat ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Di dalam Al-Qur’an, perintah tentang zakat disebutkan dalam beberapa surah, seperti surah Al-Baqarah, Ali Imran, dan Al-Taubah. Sedangkan dalam Hadis, terdapat banyak riwayat yang menjelaskan tentang zakat, salah satunya adalah Hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyatakan bahwa zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Tujuan Zakat

Zakat memiliki tujuan yang mulia, antara lain:

  • Mensucikan harta dari hak orang lain.
  • Membantu fakir dan miskin.
  • Mempersempit kesenjangan sosial.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Syarat Wajib Zakat

Tidak semua orang Muslim wajib membayar zakat. Syarat wajib zakat telah ditetapkan dalam syariat Islam, antara lain:

  • Muslim
  • Baligh (dewasa)
  • Berakal
  • Merdeka
  • Memiliki harta yang memenuhi nisab (batas minimal)

Harta yang Wajib Dizakati

Tidak semua harta wajib dizakati. Harta yang wajib dizakati adalah harta yang memenuhi nisab dan berkembang (produktif). Harta yang wajib dizakati antara lain:

  • Emas dan perak
  • Hewan ternak
  • Hasil pertanian
  • Hasil perdagangan

Cara Menghitung Zakat

Cara menghitung zakat berbeda-beda tergantung jenis hartanya. Secara umum, zakat dihitung dengan mengalikan nisab dengan kadar zakat yang telah ditetapkan. Kadar zakat untuk emas dan perak adalah 2,5%, sedangkan untuk hewan ternak dan hasil pertanian bervariasi tergantung jenis hartanya.

Kelebihan dan Kekurangan Zakat Menurut Istilah

Kelebihan

1. Mensucikan Harta

Zakat berfungsi sebagai pembersih harta dari hak orang lain. Ketika seseorang membayar zakat, berarti ia telah mengeluarkan hak orang lain yang mungkin melekat pada hartanya. Hal ini dapat memberikan ketenangan batin dan rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT.

2. Membantu Fakir dan Miskin

Zakat merupakan sumber pendapatan utama bagi fakir dan miskin. Dengan menyalurkan zakat kepada mereka, umat Muslim dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok saudara-saudaranya yang kurang beruntung. Zakat juga dapat digunakan untuk membiayai kegiatan sosial lainnya, seperti pembangunan rumah ibadah, sekolah, dan rumah sakit.

3. Membangun Keseimbangan Sosial

Zakat memainkan peran penting dalam membangun keseimbangan sosial. Dengan mendistribusikan kekayaan dari orang-orang kaya kepada orang-orang miskin, zakat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan harmonis.

4. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Zakat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dana zakat dapat digunakan untuk membiayai berbagai program sosial, seperti kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuka jalan bagi kemajuan sosial.

5. Mempererat Tali Persaudaraan

Zakat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama Muslim. Ketika umat Muslim saling membantu melalui zakat, mereka akan merasa terhubung dan memiliki kewajiban untuk saling membantu dan mendukung.

6. Mendapatkan Pahala

Dalam ajaran Islam, membayar zakat merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Pa