tekstur mpasi menurut who

Halo! Selamat datang di Esadayalestari.co.id

Selamat datang di Esadayalestari.co.id, sumber tepercaya Anda untuk informasi dan panduan mengenai pengasuhan, nutrisi, dan kesehatan anak. Dalam artikel ini, kami akan membahas tekstur MPASI sesuai rekomendasi WHO, panduan penting bagi orangtua untuk memastikan nutrisi optimal balita mereka.

Pendahuluan

MPASI (Makanan Pendamping ASI) merupakan makanan yang diberikan kepada bayi setelah berusia 6 bulan, sebagai pelengkap ASI atau susu formula. Tekstur MPASI sangat penting karena memengaruhi kemampuan bayi mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan. WHO telah menetapkan pedoman tekstur MPASI yang sesuai dengan perkembangan bayi dan kebutuhan nutrisinya.

Tahap-Tahap Tekstur MPASI WHO

Berikut ini adalah tahapan tekstur MPASI menurut WHO:

Tahap 1 (6-8 Bulan)

Disebut juga sebagai pure. Pada tahap ini, bayi diperkenalkan dengan makanan yang dihaluskan secara halus dan tidak mengandung gumpalan. Makanan yang direkomendasikan antara lain pure buah, sayuran, dan bubur beras.

Tahap 2 (9-11 Bulan)

Disebut juga sebagai puree kasar. Tekstur makanan pada tahap ini sedikit lebih kasar dari tahap sebelumnya, tetapi masih halus. Makanan yang direkomendasikan antara lain puree buah dan sayuran dengan sedikit gumpalan, bubur nasi, dan sup yang dihaluskan.

Tahap 3 (12-24 Bulan)

Disebut juga sebagai cincang halus. Pada tahap ini, bayi sudah mampu mengunyah makanan dengan lebih baik. Makanan yang direkomendasikan antara lain makanan yang dicincang halus, seperti daging, sayuran, dan buah-buahan.

Tahap 4 (24 Bulan Ke Atas)

Disebut juga sebagai makanan keluarga. Pada tahap ini, bayi sudah dapat makan makanan keluarga yang sama, dengan tekstur dan bumbu yang disesuaikan dengan usianya.

Kelebihan dan Kekurangan Tekstur MPASI WHO

Setiap tahap tekstur MPASI WHO memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing:

Kelebihan Tekstur MPASI WHO

* Menyesuaikan dengan perkembangan bayi
* Memastikan asupan nutrisi yang optimal
* Mencegah risiko tersedak
* Membantu bayi mengembangkan keterampilan makan dan mengunyah

Kekurangan Tekstur MPASI WHO

* Membutuhkan waktu dan tenaga untuk menyiapkan makanan
* Bisa membatasi asupan makanan bayi
* Bisa membuat bayi menolak makanan dengan tekstur tertentu

Tabel Tekstur MPASI WHO

Usia Tahap Tekstur Contoh Makanan
6-8 Bulan Tahap 1 Pure Pure buah, sayuran, bubur beras
9-11 Bulan Tahap 2 Pure kasar Pure buah dan sayuran dengan gumpalan, bubur nasi, sup yang dihaluskan
12-24 Bulan Tahap 3 Cincang halus Makanan cincang halus, seperti daging, sayuran, buah-buahan
24 Bulan Ke Atas Tahap 4 Makanan keluarga Makanan keluarga dengan tekstur dan bumbu yang disesuaikan

FAQ Tekstur MPASI WHO

1. **Mengapa tekstur MPASI penting?**
2. **Apa saja tahapan tekstur MPASI menurut WHO?**
3. **Kapan bayi siap untuk beralih ke tahap tekstur berikutnya?**
4. **Bagaimana cara membuat MPASI dengan tekstur yang sesuai?**
5. **Apakah semua bayi harus mengikuti tahapan tekstur MPASI WHO?**
6. **Apa yang harus dilakukan jika bayi menolak makanan dengan tekstur tertentu?**
7. **Apakah boleh memberikan makanan keluarga kepada bayi di bawah 24 bulan?**
8. **Apa manfaat memberikan MPASI dengan tekstur yang sesuai?**
9. **Apa risiko memberikan MPASI dengan tekstur yang tidak sesuai?**
10. **Di mana saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang tekstur MPASI WHO?**
11. **Apakah tekstur MPASI WHO sama untuk semua negara?**
12. **Bagaimana cara mengajarkan bayi mengunyah?**
13. **Apakah boleh menambahkan garam dan gula ke dalam MPASI?**

Kesimpulan

Tekstur MPASI sangat penting untuk nutrisi optimal bayi. Dengan mengikuti pedoman WHO, orangtua dapat memastikan bahwa bayi mereka menerima makanan yang bergizi dan sesuai dengan perkembangan mereka. Tahap demi tahap tekstur MPASI WHO membantu bayi mengembangkan keterampilan makan dan mengunyah, serta meningkatkan asupan nutrisinya.

Ingatlah bahwa setiap bayi memiliki kebutuhan individu, dan orangtua harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan khusus mengenai tekstur MPASI. Dengan mengikuti pedoman ini, orangtua dapat memberikan dasar yang kuat untuk kesehatan dan nutrisi balita mereka.

Kata Penutup

Penting untuk diingat bahwa pemberian makanan kepada bayi adalah proses bertahap dan membutuhkan kesabaran. Terkadang, bayi akan menolak atau rewel terhadap makanan tertentu, dan itu adalah hal yang wajar. Jangan putus asa dan terus tawarkan makanan baru dengan tekstur yang sesuai. Seiring waktu, bayi akan belajar menikmati berbagai jenis makanan dan mengembangkan kebiasaan makan yang sehat.