puasa hari apa menurut nu

Halo selamat datang di Esadayalestari.co.id!

Selamat datang di situs kami, Esadayalestari.co.id. Kami adalah sumber tepercaya untuk artikel dan informasi tentang topik-topik Islami, termasuk puasa. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang puasa hari apa menurut NU, manfaatnya, dan hal-hal penting yang perlu diketahui.

Pendahuluan

Puasa adalah salah satu ibadah penting dalam Islam yang memiliki banyak manfaat spiritual dan kesehatan. Sebagai bagian dari rukun Islam, puasa diwajibkan bagi semua umat Islam yang mampu melaksanakannya. Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki pandangan tersendiri mengenai puasa, khususnya mengenai hari pelaksanaannya.

Dalam tradisi NU, terdapat beberapa hari yang dianjurkan untuk berpuasa, selain puasa wajib Ramadan. Hari-hari tersebut dipercaya memiliki keutamaan khusus dan dapat memberikan pahala yang lebih besar. Berikut ini adalah hari-hari puasa sunnah menurut NU:

1. Puasa Senin dan Kamis

Puasa Senin dan Kamis merupakan puasa sunnah yang paling dianjurkan dalam NU. Hari Senin diyakini sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, sedangkan hari Kamis adalah hari pengampunan dosa. Dengan berpuasa pada hari ini, umat Islam mengharapkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

2. Puasa Ayya

Puasa Ayya adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Puasa ini dipercaya dapat menghapus dosa-dosa kecil dan mendapat pahala yang besar. Puasa Ayya dapat dikerjakan secara berurutan selama tiga hari atau hanya pada salah satu harinya saja.

3. Puasa Daud

Puasa Daud adalah puasa yang dikerjakan secara selang-seling, yaitu satu hari puasa dan satu hari tidak. Puasa ini dapat dikerjakan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk puasa. Puasa Daud dipercaya dapat memperkuat fisik dan meningkatkan kesehatan.

4. Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari Arafah saat pelaksanaan ibadah haji. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang besar, yaitu dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

5. Puasa Asyura

Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram, hari pertama bulan Hijriah. Puasa Asyura dipercaya dapat memberikan perlindungan dari berbagai musibah dan mendapat pahala yang besar. Puasa ini dapat dikerjakan sendirian atau bersama dengan puasa Tasu’a (9 Muharram).

6. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah. Puasa Tarwiyah dapat dikerjakan bersamaan dengan puasa Arafah atau dikerjakan secara terpisah.

7. Puasa Qadha

Puasa Qadha adalah puasa yang dikerjakan untuk mengganti puasa wajib Ramadan yang terlewat. Puasa Qadha dapat dikerjakan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk puasa.

Kelebihan dan Kekurangan Puasa Hari Apa Menurut NU

Seperti halnya ibadah lainnya, puasa hari apa menurut NU juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

Kelebihan Puasa Hari Apa Menurut NU

1. Meningkatkan Spiritualitas

Puasa hari apa menurut NU dapat meningkatkan spiritualitas karena membantu umat Islam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan menahan diri dari makan dan minum, umat Islam dapat melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, dan meningkatkan kesadaran spiritual.

2. Mendapat Pahala yang Besar

Puasa hari apa menurut NU dipercaya dapat memberikan pahala yang besar. Setiap hari puasa memiliki keutamaan dan pahalanya masing-masing. Dengan berpuasa pada hari-hari yang dianjurkan, umat Islam mengharapkan mendapat ampunan dosa, rahmat Allah SWT, dan pahala yang berlipat ganda.

3. Meningkatkan Kesehatan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan manfaat kesehatan. Puasa dapat membantu menurunkan berat badan, mengatur kadar gula darah, meningkatkan kesehatan jantung, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Puasa hari apa menurut NU dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan.

Kekurangan Puasa Hari Apa Menurut NU

1. Dapat Melemahkan Tubuh

Bagi sebagian orang, puasa hari apa menurut NU dapat melemahkan tubuh. Puasa yang dilakukan secara tidak teratur atau berlebihan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, kelelahan, dan gangguan kesehatan lainnya. Penting untuk memperhatikan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri saat berpuasa.

2. Dapat Mengganggu Aktivitas

Puasa hari apa menurut NU dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Puasa dapat menyebabkan rasa lapar, haus, dan lemas, yang dapat menghambat konsentrasi dan produktivitas. Perlu pertimbangan yang matang untuk memilih hari puasa yang tidak berbenturan dengan kegiatan penting.

3. Tidak Cocok untuk Semua Orang

Puasa hari apa menurut NU tidak cocok untuk semua orang. Ada beberapa orang yang tidak boleh berpuasa, seperti orang yang sakit, ibu hamil, dan anak-anak. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan sebelum memutuskan untuk berpuasa.

Tabel Hari Puasa Sunnah Menurut NU

Hari Puasa Tanggal Keutamaan
Senin dan Kamis Setiap Senin dan Kamis Ampunan dosa, meningkatkan spiritualitas
Ayya 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah Menghapus dosa kecil, mendapat pahala besar
Daud Selang-seling satu hari puasa dan satu hari tidak Memperkuat fisik, meningkatkan kesehatan
Arafah 9 Dzulhijjah Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang
Asyura 10 Muharram Perlindungan dari musibah, mendapat pahala besar
Tarwiyah 8 Dzulhijjah Persiapan untuk puasa Arafah
Qadha Kapan saja sepanjang tahun (kecuali hari haram) Mengganti puasa Ramadan yang terlewat

FAQ Puasa Hari Apa Menurut NU

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang puasa hari apa menurut NU:

1. Apa saja hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa menurut NU?

Hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa menurut NU adalah Senin dan Kamis, Ayya, Daud, Arafah, Asyura, Tarwiyah, dan Qadha.

2. Apakah puasa hari apa menurut NU wajib?

Tidak, puasa hari apa menurut NU adalah sunnah, bukan wajib. Namun, umat Islam sangat dianjurkan untuk berpuasa pada hari-hari yang telah disebutkan.

3. Berapa hari minimal puasa sunnah menurut NU?

Minimal puasa sunnah menurut NU adalah satu hari. Namun, beberapa puasa sunnah dikerjakan selama beberapa hari, seperti puasa Ayya (3 hari) dan puasa Tarwiyah (1 hari).

4. Apakah boleh puasa sunnah pada hari Jumat?

Tidak diperbolehkan berpuasa sunnah pada hari Jumat saja. Puasa sunnah boleh dikerjakan pada hari Jumat jika digabung dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Daud.

5. Apakah boleh puasa sunnah pada hari Sabtu?

Tidak diperbolehkan berpuasa sunnah pada hari Sabtu saja. Puasa sunnah boleh dikerjakan pada hari Sabtu jika digabung dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Ayya.

6. Apakah puasa hari apa menurut NU bisa dilakukan oleh wanita haid?

Wanita haid tidak diperbolehkan berpuasa. Puasa harus diqadha setelah masa haid selesai.

7. Apakah puasa hari apa menurut NU bisa dilakukan oleh orang sakit?

Orang sakit tidak diperbolehkan berpuasa. Puasa harus diqadha setelah sembuh dari sakit.

8. Apakah puasa hari apa menurut NU bisa dilakukan oleh ibu hamil?

Ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa karena dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Puasa harus diqadha setelah melahirkan.

9. Apakah puasa hari apa menurut NU bisa dilakukan oleh anak-anak?

Anak-anak di bawah usia baligh tidak wajib berpuasa. Namun, jika mereka ingin berpuasa, sebaiknya dilakukan secara bertahap dan dengan pengawasan orang tua.

10. Apakah puasa hari apa menurut NU bisa melangsingkan tubuh?