pengertian wawancara menurut para ahli

Halo selamat datang di Esadayalestari.co.id. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai pengertian wawancara menurut para ahli. Wawancara merupakan hal yang penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari perekrutan karyawan hingga penelitian ilmiah. Oleh karena itu, penting untuk memahami perspektif para ahli tentang konsep wawancara. Artikel ini akan mengulas pengertian wawancara menurut para ahli, kelebihan dan kekurangannya, serta memberikan beberapa tips bagi pewawancara.

Pendahuluan

Wawancara adalah suatu proses komunikasi dua arah yang dilakukan oleh dua atau lebih orang dengan tujuan tertentu. Dalam wawancara, pewawancara mengajukan pertanyaan kepada responden untuk memperoleh informasi atau pendapat mengenai topik tertentu. Wawancara dapat dilakukan secara langsung, melalui telepon, atau melalui media elektronik.

Wawancara memiliki peran penting dalam berbagai bidang, seperti perekrutan karyawan, penelitian ilmiah, jurnalisme, dan manajemen. Melalui wawancara, pewawancara dapat menggali informasi mendalam dari responden mengenai pengalaman, keterampilan, motivasi, dan perspektif mereka terhadap suatu topik.

Terdapat berbagai metode wawancara yang dapat digunakan, antara lain:

  1. Wawancara terstruktur
  2. Wawancara semi-terstruktur
  3. Wawancara tidak terstruktur
  4. Wawancara kelompok

Pemilihan metode wawancara yang tepat tergantung pada tujuan wawancara, karakteristik responden, dan ketersediaan sumber daya.

Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli

Berbagai ahli telah mendefinisikan wawancara dengan perspektif yang berbeda. Berikut adalah beberapa pengertian wawancara menurut para ahli:

Menurut Merton, Fiske, dan Kendall (1956), wawancara adalah suatu proses pengumpulan data secara langsung dan terstruktur yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari responden.

Menurut Selltiz, Wrightsman, dan Cook (1976), wawancara adalah suatu bentuk komunikasi dua arah yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari responden melalui pertanyaan langsung.

Menurut Bogdan dan Biklen (1982), wawancara adalah suatu proses interaksi sosial yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang pengalaman, pengetahuan, dan perspektif responden.

Menurut Denzin (1989), wawancara adalah suatu proses penciptaan makna bersama antara pewawancara dan responden melalui dialog.

Menurut Kvale (1996), wawancara adalah suatu percakapan yang memiliki tujuan, terstruktur, dan direkam antara pewawancara dan responden.

Menurut Rubin dan Rubin (2005), wawancara adalah suatu proses komunikasi dua arah yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari responden, sekaligus memberikan kesempatan bagi responden untuk menyampaikan pandangan mereka.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah suatu proses komunikasi dua arah yang bertujuan untuk memperoleh informasi dari responden melalui pertanyaan langsung. Wawancara dapat digunakan dalam berbagai bidang untuk menggali informasi mendalam dari responden mengenai pengalaman, keterampilan, motivasi, dan perspektif mereka.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli

Setiap pengertian wawancara menurut para ahli memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari beberapa pengertian wawancara menurut para ahli yang telah disebutkan sebelumnya:

Kelebihan

Pengertian menurut Merton, Fiske, dan Kendall (1956):

  • Terstruktur dan jelas
  • Mudah diterapkan dalam penelitian kuantitatif
  • Memungkinkan pengumpulan data yang konsisten

Pengertian menurut Selltiz, Wrightsman, dan Cook (1976):

  • Menekankan tujuan memperoleh informasi
  • Cocok untuk penelitian yang membutuhkan data faktual
  • Mudah untuk didokumentasikan

Pengertian menurut Bogdan dan Biklen (1982):

  • Fokus pada pemahaman mendalam
  • Memungkinkan penggalian perspektif responden
  • Cocok untuk penelitian kualitatif

Pengertian menurut Denzin (1989):

  • Menekankan pada interaksi sosial
  • Memungkinkan pewawancara membangun hubungan dengan responden
  • Cocok untuk penelitian yang mengeksplorasi makna dan pengalaman

Pengertian menurut Kvale (1996):

  • Jelas dan terstruktur
  • Memfasilitasi perbandingan data antar responden
  • Meningkatkan kredibilitas penelitian

Pengertian menurut Rubin dan Rubin (2005):

  • Menekankan pada interaksi dua arah
  • Memberikan kesempatan bagi responden untuk menyampaikan pandangan mereka
  • Cocok untuk penelitian yang membutuhkan partisipasi aktif dari responden

Kekurangan

Pengertian menurut Merton, Fiske, dan Kendall (1956):

  • Terlalu kaku dan membatasi
  • Tidak memungkinkan fleksibilitas dalam proses wawancara
  • Berpotensi menghasilkan data yang dangkal

Pengertian menurut Selltiz, Wrightsman, dan Cook (1976):

  • Terlalu fokus pada pengumpulan data
  • Tidak memperhatikan konteks dan hubungan interpersonal dalam wawancara
  • Berpotensi mengabaikan perspektif responden

Pengertian menurut Bogdan dan Biklen (1982):

  • Terlalu subjektif dan tidak dapat diukur
  • Sulit untuk didokumentasikan dan dianalisis
  • Berpotensi menghasilkan data yang bias

Pengertian menurut Denzin (1989):

  • Terlalu abstrak dan sulit diterapkan dalam praktik
  • Sulit untuk mengontrol bias pewawancara
  • Berpotensi menghasilkan data yang tidak dapat diverifikasi

Pengertian menurut Kvale (1996):

  • Terlalu fokus pada struktur dan prosedur
  • Tidak memperhatikan dinamika interpersonal dalam wawancara
  • Berpotensi membatasi kreativitas dan fleksibilitas pewawancara

Pengertian menurut Rubin dan Rubin (2005):

  • Terlalu menekankan pada interaksi dua arah
  • Tidak memberikan pedoman yang jelas untuk mengontrol bias
  • Berpotensi menghasilkan data yang tidak dapat dibandingkan