pengertian pernikahan menurut syariat islam yaitu

Kata Pembuka

Halo, selamat datang di Esadayalestari.co.id. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas tentang pengertian pernikahan menurut syariat Islam, sebuah institusi sakral yang menjadi dasar kehidupan berumah tangga dalam ajaran Islam. Melalui perspektif jurnalistik yang formal, kami menyajikan informasi komprehensif untuk menambah wawasan Anda tentang konsep pernikahan dalam Islam.

Pendahuluan

Pernikahan dalam Islam merupakan sebuah ikatan suci yang menyatukan dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah secara hukum dan agama. Institusi ini bukan hanya sekedar kontrak sosial, tetapi juga merupakan suatu kontrak spiritual yang mengikat suami dan istri dalam ikatan kasih sayang, saling menghormati, dan tanggung jawab bersama.

Dalam pandangan Islam, pernikahan dipandang sebagai sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu melestarikan sifat-sifat yang baik dan menghindarkan dari perbuatan dosa.” (HR. Ibnu Majah).

Tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (bahagia, penuh kasih sayang, dan dipenuhi dengan berkah). Dengan menikah, dua insan berjanji untuk saling melengkapi, bahu membahu dalam menjalani kehidupan, dan membesarkan anak-anak mereka dalam lingkungan yang Islami.

Konsep Pernikahan dalam Islam

Konsep pernikahan dalam Islam dibangun atas dasar beberapa prinsip fundamental:

  • Ikatan Suci: Pernikahan dipandang sebagai ikatan suci yang hanya boleh diputuskan melalui proses yang dibenarkan oleh Islam.
  • Kontrak Bilateral: Pernikahan merupakan kontrak bilateral antara suami dan istri, di mana keduanya memiliki hak dan kewajiban yang seimbang.
  • Tujuan Berkeluarga: Tujuan utama pernikahan adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera.
  • Perlindungan dan Penjagaan: Pernikahan berfungsi sebagai pelindung dan penjaga bagi kedua pasangan, serta keturunan mereka.
  • Hubungan Spiritual: Pernikahan dalam Islam juga merupakan hubungan spiritual yang mengikat suami dan istri dalam sebuah ikatan yang suci.

Rukun dan Syarat Pernikahan dalam Islam

Supaya sebuah pernikahan sah secara syariat Islam, harus memenuhi beberapa rukun dan syarat berikut:

  • Ijab dan Kabul: Ijab adalah ucapan pernyataan dari pihak wali yang menikahkan kepada calon suami, dan kabul adalah ucapan penerimaan dari calon suami.
  • Dua Saksi Laki-laki: Pernikahan harus disaksikan oleh dua orang saksi laki-laki yang adil dan berakal sehat.
  • Mahar: Suami wajib memberikan mahar kepada istri sebagai tanda cinta dan penghormatan.
  • Wali: Perempuan harus dinikahkan oleh walinya, yaitu ayah, kakek, atau saudara laki-lakinya.
  • Tidak Terhalang (Mahram): Calon pasangan tidak boleh memiliki hubungan mahram, yaitu hubungan keluarga yang tidak diperbolehkan menikah dalam Islam.

Jenis-Jenis Pernikahan dalam Islam

Dalam syariat Islam, terdapat beberapa jenis pernikahan, yaitu:

  • Pernikahan Monaogami: Pernikahan dengan satu orang pasangan saja.
  • Pernikahan Poligami: Pernikahan dengan lebih dari satu pasangan, yang diperbolehkan hanya dalam kondisi tertentu dengan syarat-syarat yang ketat.
  • Pernikahan Mutah: Pernikahan sementara yang tidak diperbolehkan dalam Islam.
  • Pernikahan Sirri: Pernikahan yang dirahasiakan dan tidak dicatat secara resmi.

Kelebihan Pernikahan dalam Syariat Islam

Pernikahan dalam Islam memiliki banyak kelebihan, antara lain:

  • Memenuhi Naluri Manusia: Pernikahan membantu memenuhi naluri manusia untuk berpasangan dan memiliki keturunan.
  • Menjaga Kehormatan: Pernikahan menjaga kehormatan dan kesucian suami dan istri.
  • Membentuk Keluarga Sakinah: Pernikahan menjadi dasar untuk membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera.
  • Melestarikan Agama: Pernikahan membantu melestarikan agama Islam dengan membesarkan anak-anak dalam lingkungan yang Islami.
  • Menjaga Kestabilan Sosial: Pernikahan menjaga stabilitas sosial dengan menciptakan lingkungan yang teratur dan harmonis.

Kekurangan Pernikahan dalam Syariat Islam

Meskipun memiliki banyak kelebihan, pernikahan dalam syariat Islam juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Poligami: Poligami dapat menimbulkan kecemburuan dan konflik dalam rumah tangga.
  • Persyaratan yang Ketat: Persyaratan pernikahan yang ketat dapat menyulitkan sebagian orang untuk menikah.
  • Perceraian yang Sulit: Perceraian dalam Islam cukup sulit untuk dilakukan, yang dapat menjebak pasangan dalam pernikahan yang tidak bahagia.
  • Larangan Mut’ah: Larangan pernikahan mutah dapat membatasi kebebasan memilih bagi sebagian orang.
  • Persoalan Mahar: Mahar yang tinggi dapat menjadi beban bagi calon suami.
Pengertian Pernikahan dalam Syariat Islam
Aspek Penjelasan
Definisi Pernikahan adalah ikatan suci antara dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah secara hukum dan agama.
Dasar Hukum Nabi Muhammad SAW bersabda, “Menikahlah, karena sesungguhnya menikah itu melestarikan sifat-sifat yang baik dan menghindarkan dari perbuatan dosa.” (HR. Ibnu Majah).
Tujuan Tujuan utama pernikahan adalah untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (bahagia, penuh kasih sayang, dan dipenuhi dengan berkah).
Rukun dan Syarat Syarat sah pernikahan meliputi ijab dan kabul, dua saksi laki-laki, mahar, wali, dan tidak terhalang (mahram).
Jenis-Jenis Pernikahan Jenis pernikahan dalam Islam meliputi pernikahan monogami, poligami, pernikahan mutah, dan pernikahan sirri.
Kelebihan Kelebihan pernikahan dalam syariat Islam antara lain memenuhi naluri manusia, menjaga kehormatan, membentuk keluarga sakinah, melestarikan agama, dan menjaga stabilitas sosial.
Kekurangan Kekurangan pernikahan dalam syariat Islam antara lain poligami, persyaratan yang ketat, perceraian yang sulit, larangan mut’ah, dan persoalan mahar.

FAQ

  1. Apa pengertian pernikahan dalam Islam?

    Pernikahan dalam Islam adalah ikatan suci antara dua insan dalam sebuah ikatan pernikahan yang sah secara hukum dan agama.

  2. Mengapa pernikahan dianjurkan dalam Islam?

    Pernikahan dianjurkan dalam Islam karena membantu memenuhi naluri manusia, menjaga kehormatan, membentuk keluarga sakinah, melestarikan agama, dan menjaga stabilitas sosial.

  3. Apa tujuan utama pernikahan dalam Islam?

    Tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (bahagia, penuh kasih sayang, dan dipenuhi dengan berkah).

  4. Apa saja syarat sah pernikahan dalam Islam?

    Syarat sah pernikahan dalam Islam meliputi ijab dan kabul, dua saksi laki-laki, mahar, wali, dan tidak terhalang (mahram).

  5. Bolehkah poligami dalam Islam?

    Poligami diperbolehkan dalam Islam dalam kondisi tertentu dengan syarat-syarat yang ketat, seperti mampu berlaku adil kepada semua istri.

  6. Apa hukum pernikahan mutah dalam Islam?

    Pernikahan mutah (pernikahan sementara) tidak diperbolehkan dalam Islam karena dianggap bertentangan dengan prinsip pernikahan.

  7. Apa saja kelebihan pernikahan dalam syariat Islam?

    Kelebihan pernikahan dalam syariat Islam antara lain memenuhi naluri manusia, menjaga kehormatan, membentuk keluarga sakinah, melestarikan agama