pengertian hukum pidana menurut para ahli

Halo selamat datang di Esadayalestari.co.id, situs referensi terpercaya untuk berbagai topik menarik. Pada kesempatan ini, kami akan mengupas tuntas tentang pengertian hukum pidana menurut pandangan para ahli. Semoga bermanfaat!

Pendahuluan

Hukum pidana merupakan cabang hukum yang mengatur tentang tindak pidana dan pidana sebagai akibat dari tindak pidana tersebut. Merupakan bagian penting dalam sistem hukum suatu negara, hukum pidana berfungsi sebagai pedoman bagi masyarakat dalam berperilaku dan sebagai alat negara untuk menegakkan ketertiban.

Memahami pengertian hukum pidana menjadi krusial karena dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang dasar hukum yang mengatur tindakan yang dianggap merugikan masyarakat dan negara. Dengan begitu, kita dapat menghindari tindakan-tindakan yang dapat berujung pada sanksi hukum.

Berikut ini beberapa pengertian hukum pidana menurut para ahli:

Pengertian Hukum Pidana Menurut von Liszt

Menurut von Liszt, hukum pidana adalah keseluruhan norma-norma hukum yang mengatur tentang suatu tindak pidana sebagai pelanggaran terhadap norma-norma tersebut, dan yang menentukan pidana terhadap perbuatan itu.

Dengan demikian, hukum pidana mencakup tiga unsur utama, yaitu:

  1. Norma-norma hukum yang dilanggar
  2. Tindak pidana sebagai pelanggaran norma
  3. Pidana sebagai akibat dari tindak pidana

Pengertian Hukum Pidana Menurut Simons

Simons mendefinisikan hukum pidana sebagai keseluruhan peraturan yang menentukan perbuatan-perbuatan mana yang dilarang dan dapat dihukum, serta jenis dan besarnya pidana yang dapat dijatuhkan terhadap perbuatan-perbuatan tersebut.

Menurut Simons, tujuan utama hukum pidana adalah untuk melindungi masyarakat dan negara dari perbuatan-perbuatan yang membahayakan. Dengan mengatur dan memberikan sanksi terhadap perbuatan-perbuatan tersebut, hukum pidana diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya kejahatan.

Pengertian Hukum Pidana Menurut Pompe

Pompe berpendapat bahwa hukum pidana adalah ilmu pengetahuan tentang kejahatan sebagai perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan tentang pidana sebagai reaksi masyarakat terhadap kejahatan.

Menurut Pompe, hukum pidana memiliki dua fungsi utama, yaitu:

  1. Fungsi protektif, yaitu melindungi masyarakat dan negara dari perbuatan-perbuatan yang merugikan.
  2. Fungsi retributif, yaitu memberikan pembalasan kepada pelaku kejahatan atas perbuatan yang dilakukannya.

Pengertian Hukum Pidana Menurut Roeslan Saleh

Menurut Roeslan Saleh, hukum pidana adalah sistem norma yang memuat ketentuan-ketentuan mengenai pidana sebagai reaksi terhadap suatu pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang disertai ancaman pidana.

Roeslan Saleh menekankan bahwa hukum pidana merupakan sistem norma yang mengatur tentang pidana sebagai sanksi terhadap pelanggaran hukum. Dengan demikian, hukum pidana memiliki fungsi untuk memberikan pembalasan (retribusi) kepada pelaku kejahatan dan untuk mencegah terjadinya kejahatan di masa mendatang.

Pengertian Hukum Pidana Menurut Moeljatno

Moeljatno berpendapat bahwa hukum pidana adalah ilmu pengetahuan tentang tindak pidana dan pidana sebagai reaksi masyarakat terhadap tindak pidana.

Moeljatno membedakan antara pengertian hukum pidana dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas, hukum pidana mencakup seluruh peraturan yang mengatur tentang tindak pidana dan pidana. Sementara itu, dalam arti sempit, hukum pidana hanya meliputi peraturan-peraturan yang tidak mengatur tentang acara pidana.

Pengertian Hukum Pidana Menurut Barda Nawawi

Menurut Barda Nawawi, hukum pidana adalah hukum yang mempunyai ciri-ciri berikut:

  1. Mengatur perbuatan yang diancam dengan pidana
  2. Menentukan pidana yang dapat dijatuhkan terhadap perbuatan tersebut
  3. Bertujuan untuk melindungi masyarakat dan negara dari perbuatan-perbuatan yang merugikan

Barda Nawawi menekankan bahwa hukum pidana memiliki tujuan utama untuk melindungi masyarakat dan negara dari perbuatan-perbuatan yang dianggap dapat membahayakan atau merugikan.

Pengertian Hukum Pidana Menurut S.R. Sianturi

Menurut S.R. Sianturi, hukum pidana adalah hukum yang mengatur tentang kejahatan dan pidana sebagai akibat dari kejahatan tersebut.

Sianturi membedakan antara hukum pidana dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti luas, hukum pidana mencakup seluruh peraturan yang mengatur tentang kejahatan dan pidana. Sementara itu, dalam arti sempit, hukum pidana hanya meliputi peraturan-peraturan yang tidak mengatur tentang acara pidana.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Hukum Pidana Menurut Para Ahli

Setiap pengertian hukum pidana menurut para ahli memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing:

Kelebihan Pengertian Hukum Pidana Menurut von Liszt

  • Komprehensif, karena mencakup tiga unsur utama hukum pidana
  • Memberikan dasar yang jelas tentang tujuan dan fungsi hukum pidana

Kekurangan Pengertian Hukum Pidana Menurut von Liszt

  • Kurang menekankan aspek perlindungan masyarakat dan negara
  • Terlalu fokus pada aspek retributif

Kelebihan Pengertian Hukum Pidana Menurut Simons

  • Menekankan tujuan hukum pidana untuk melindungi masyarakat
  • Memberikan gambaran yang jelas tentang perbuatan yang dilarang dan jenis pidana

Kekurangan Pengertian Hukum Pidana Menurut Simons

  • Kurang membahas aspek retributif dari hukum pidana
  • Tidak memberikan penjelasan yang mendalam tentang unsur-unsur hukum pidana

Kelebihan Pengertian Hukum Pidana Menurut Pompe

  • Menekankan aspek ilmiah dari hukum pidana
  • Membedakan antara fungsi protektif dan retributif

Kekurangan Pengertian Hukum Pidana Menurut Pompe

  • Terlalu fokus pada aspek teoretis
  • Kurang memberikan penjelasan praktis tentang penerapan hukum pidana

Kelebihan Pengertian Hukum Pidana Menurut Roeslan Saleh

  • Memberikan definisi yang jelas tentang hukum pidana
  • Menekankan aspek ancaman pidana

Kekurangan Pengertian Hukum Pidana Menurut Roeslan Saleh

  • Kurang membahas tujuan dan fungsi hukum pidana
  • Tidak memberikan penjelasan yang cukup mendalam tentang unsur-unsur hukum pidana

Kelebihan Pengertian Hukum Pidana Menurut Moeljatno

  • Memberikan definisi yang komprehensif
  • Membedakan antara hukum pidana dalam arti luas dan sempit

Kekurangan Pengertian Hukum Pidana Menurut Moeljatno

  • Kurang menekankan aspek perlindungan masyarakat
  • Tidak memberikan penjelasan yang cukup jelas tentang unsur-unsur hukum pidana

Kelebihan Pengertian Hukum Pidana Menurut Barda Nawawi

  • Memberikan ciri-ciri yang jelas dari hukum pidana
  • Menekankan tujuan hukum pidana untuk melindungi masyarakat dan negara

Kekurangan Pengertian Hukum Pidana Menurut Barda Nawawi

  • Kurang memberikan penjelasan tentang unsur-unsur hukum pidana
  • Tidak membahas aspek retributif dari hukum pidana

Kelebihan Pengertian Hukum Pidana Menurut S.R. Sianturi

  • Memberikan definisi yang jelas dan sederhana
  • Membedakan antara hukum pidana dalam arti luas dan sempit

Kekurangan Pengertian Hukum Pidana Menurut S.R. Sianturi

  • Kurang membahas tujuan dan fungsi hukum pidana
  • Tidak memberikan penjelasan yang mendalam tentang unsur-unsur hukum pidana
Ahli Pengertian Kelebihan Kekurangan
von Liszt Hukum pidana adalah keseluruhan norma-norma hukum yang mengatur tentang suatu tindak pidana sebagai pelanggaran terhadap norma-norma tersebut, dan yang menentukan pidana terhadap perbuatan itu. Komprehensif, memberikan dasar yang jelas tentang tujuan dan fungsi hukum pidana Kurang menekankan aspek perlindungan masyarakat dan negara, terlalu fokus pada aspek retributif
Simons Hukum pidana adalah keseluruhan peraturan yang menentukan perbuatan-perbuatan mana yang dilarang dan dapat dihukum