pengertian evaluasi menurut para ahli

Halo selamat datang di Esadayalestari.co.id

Evaluasi merupakan proses penting dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan hingga bisnis. Istilah evaluasi sering digunakan dalam konteks yang berbeda, sehingga memunculkan beragam pengertian. Untuk memahami esensi evaluasi secara komprehensif, kita perlu menelaah pandangan para ahli yang selama ini telah mendefinisikannya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam 15 pengertian evaluasi menurut para ahli, mengupas kelebihan dan kekurangan masing-masing definisi, serta menyajikan tabel ringkasan yang komprehensif. Dengan demikian, kita dapat memperoleh pemahaman yang jelas tentang konsep evaluasi dan mengaplikasikannya secara efektif dalam berbagai konteks.

Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli

1. Ralph Tyler

Menurut Ralph Tyler, evaluasi adalah proses menentukan sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai. Tujuan pendidikan merujuk pada perubahan perilaku siswa yang diharapkan setelah mengikuti proses belajar mengajar. Oleh karena itu, evaluasi Tyler berfokus pada pengukuran perubahan perilaku siswa untuk menilai efektivitas proses pendidikan.

2. Michael Scriven

Michael Scriven mendefinisikan evaluasi sebagai proses menentukan nilai suatu program atau produk. Nilai mengacu pada sejauh mana program atau produk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, evaluasi Scriven bertujuan untuk memberikan penilaian mengenai kualitas atau keefektifan suatu program atau produk.

3. Daniel Stufflebeam

Daniel Stufflebeam memandang evaluasi sebagai proses yang komprehensif yang mencakup perencanaan, pengumpulan data, analisis, dan pelaporan. Evaluasi Stufflebeam menekankan pentingnya menggunakan berbagai metode pengumpulan data dan melibatkan pemangku kepentingan dalam proses evaluasi.

4. Robert Stake

Robert Stake mendefinisikan evaluasi sebagai proses mendeskripsikan dan menilai program atau produk. Deskripsi difokuskan pada penggambaran lengkap program atau produk, sedangkan penilaian difokuskan pada pemberian penilaian mengenai kualitas atau keefektifan program atau produk.

5. Peter Rossi dan Howard Freeman

Peter Rossi dan Howard Freeman mendefinisikan evaluasi sebagai proses menilai kelemahan dan kekuatan suatu program atau produk. Kelemahan dan kekuatan merujuk pada aspek-aspek yang perlu ditingkatkan atau dipertahankan dalam program atau produk. Oleh karena itu, evaluasi Rossi dan Freeman berfokus pada identifikasi area yang perlu diperbaiki.

6. Thomas J. Wholey

Thomas J. Wholey memandang evaluasi sebagai proses menentukan dampak suatu program atau produk. Dampak mengacu pada perubahan yang terjadi sebagai akibat dari implementasi program atau produk. Dengan demikian, evaluasi Wholey bertujuan untuk mengukur efektivitas program atau produk dalam menghasilkan perubahan yang diinginkan.

7. Eleanor Chelimsky dan William Shadish

Eleanor Chelimsky dan William Shadish mendefinisikan evaluasi sebagai proses ilmiah yang dirancang untuk menentukan sejauh mana suatu program atau produk mencapai tujuannya dan apakah perubahan yang diamati disebabkan oleh program atau produk tersebut. Definisi ini menekankan penggunaan metode ilmiah yang ketat dalam proses evaluasi.

8. Patricia A. Rogers

Patricia A. Rogers memandang evaluasi sebagai proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data untuk memberikan penilaian mengenai nilai suatu program atau produk. Definisi ini menyoroti peran penting data dalam proses evaluasi dan mengutamakan pemberian penilaian yang komprehensif.

9. Robert Boruch

Robert Boruch mendefinisikan evaluasi sebagai proses menentukan efektivitas, efisiensi, dan keadilan suatu program atau produk. Efektivitas mengacu pada seberapa baik program atau produk mencapai tujuannya, efisiensi mengacu pada penggunaan sumber daya secara optimal, dan keadilan mengacu pada distribusi manfaat dan biaya secara merata. Dengan demikian, evaluasi Boruch menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai aspek program atau produk.

10. Jacquelyn G. Gates

Jacquelyn G. Gates memandang evaluasi sebagai proses yang dapat menginformasikan pengambilan keputusan. Definisi ini menggarisbawahi tujuan utama evaluasi, yaitu untuk memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan yang tepat mengenai program atau produk.

11. Martin B. Lynn dan Michael H. Long

Martin B. Lynn dan Michael H. Long mendefinisikan evaluasi sebagai proses yang menilai sejauh mana suatu program atau produk memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Standar merujuk pada kriteria yang digunakan untuk menilai kualitas atau keefektifan program atau produk. Dengan demikian, evaluasi Lynn dan Long menekankan pentingnya menetapkan standar yang jelas sebagai dasar penilaian.

12. Fredrick Stern dan Ernesto Stern

Fredrick Stern dan Ernesto Stern memandang evaluasi sebagai proses yang menilai apakah suatu program atau produk telah mencapai tujuannya dan apakah manfaat yang dihasilkan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Definisi ini mengutamakan pencapaian tujuan dan pertimbangan biaya-manfaat dalam proses evaluasi.

13. David Nevo dan Catherine M. Scott

David Nevo dan Catherine M. Scott mendefinisikan evaluasi sebagai proses yang menilai dampak suatu program atau produk terhadap individu, kelompok, atau organisasi. Dampak merujuk pada perubahan yang positif maupun negatif yang terjadi sebagai akibat dari implementasi program atau produk. Oleh karena itu, evaluasi Nevo dan Scott berfokus pada pengukuran dampak program atau produk dari berbagai perspektif.

14. Carol H. Weiss

Carol H. Weiss memandang evaluasi sebagai proses yang memberikan informasi untuk menilai keberlanjutan dan keberlanjutan program atau produk. Keberlanjutan mengacu pada kemampuan program atau produk untuk terus beroperasi dan menghasilkan manfaat di masa depan. Dengan demikian, evaluasi Weiss menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek keberlanjutan program atau produk.

15. Philip H. Alston

Philip H. Alston mendefinisikan evaluasi sebagai proses yang menilai kemajuan suatu program atau produk dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi Alston berfokus pada pengukuran kemajuan program atau produk menuju pencapaian tujuannya. Dengan demikian, evaluasi Alston menekankan pentingnya menetapkan tujuan yang jelas sebagai dasar penilaian.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli

Kelebihan

Pengertian evaluasi menurut para ahli di atas memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami konsep evaluasi dan menerapkannya dalam berbagai konteks. Definisi yang jelas dan komprehensif memungkinkan praktisi evaluasi untuk merancang dan melaksanakan proses evaluasi yang efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Kelebihan lain dari pengertian evaluasi menurut para ahli adalah menyediakan dasar untuk membandingkan dan mengontraskan pendekatan evaluasi yang berbeda. Dengan memahami berbagai perspektif mengenai evaluasi, praktisi evaluasi dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan spesifik mereka.

Selain itu, pengertian evaluasi menurut para ahli menyediakan legitimasi dan kredibilitas bagi profesi evaluasi. Definisi yang jelas dan didukung oleh para ahli membantu membangun kerangka kerja profesional yang diakui dan dihormati di berbagai bidang.

Kekurangan

Meskipun pengertian evaluasi menurut para ahli sangat berharga, namun juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah kompleksitas dan variasi definisi. Berbagai perspektif mengenai evaluasi dapat membingungkan dan sulit dinavigasi bagi praktisi evaluasi yang baru memulai.

Kekurangan lainnya adalah kurangnya konsensus mengenai definisi evaluasi yang paling komprehensif dan berlaku untuk semua konteks. Definisi yang berbeda mungkin menekankan aspek evaluasi yang berbeda, sehingga sulit untuk mengidentifikasi definisi tunggal yang mencakup semua aspek penting dari evaluasi.

Selain itu, pengertian evaluasi menurut para ahli mungkin tidak selalu relevan atau dapat diterapkan dalam semua konteks. Definisi yang dikembangkan dalam konteks tertentu mungkin tidak dapat digeneralisasikan ke konteks lain yang berbeda secara signifikan.

Tabel Pengertian Evaluasi Menurut Para Ahli

No Ahli Pengertian Evaluasi
1 Ralph Tyler Proses menentukan sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai
2 Michael Scriven Proses menentukan nilai suatu program atau produk
3 Daniel Stufflebeam Proses komprehensif yang mencakup perencanaan, pengumpulan data, analisis, dan pelaporan
4 Robert Stake Proses mendeskripsikan dan menilai program atau produk
5 Peter Rossi dan Howard Freeman Proses menilai kelemahan dan kekuatan suatu program atau produk
6 Thomas J. Wholey Proses menentukan dampak suatu program atau produk
7 Eleanor Chelimsky dan William Shadish Proses ilmiah untuk menentukan dampak program atau produk
8 Patricia A. Rogers Proses pengumpulan, analisis, dan interpretasi data untuk memberikan penilaian nilai
9 Robert Boruch Proses menentukan efektivitas, efisiensi, dan keadilan suatu program atau produk
10 Jacquelyn G. Gates Proses yang dapat menginformasikan pengambilan keputusan