pengertian drama menurut para ahli

Kata Pengantar

Halo selamat datang di Esadayalestari.co.id. Pada kesempatan ini, kita akan membahas tentang pengertian drama menurut para ahli. Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra yang sangat populer dan telah berkembang sejak zaman dahulu. Karya sastra ini memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang membedakannya dengan karya sastra lainnya.

Dalam dunia sastra, drama didefinisikan sebagai sebuah karya sastra yang menceritakan tentang kehidupan dan perilaku manusia melalui dialog dan gerak. Drama dapat dipentaskan di atas panggung atau dibaca sebagai naskah. Karya sastra ini biasanya memiliki konflik dan resolusi yang jelas, serta menggambarkan karakter dan emosi manusia secara mendalam.

Pengertian drama menurut para ahli sangat beragam dan memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Namun, secara umum, para ahli sepakat bahwa drama merupakan bentuk karya sastra yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Menceritakan tentang kehidupan dan perilaku manusia
  • Dipentaskan di atas panggung atau dibaca sebagai naskah
  • Memiliki konflik dan resolusi yang jelas
  • Menggambarkan karakter dan emosi manusia secara mendalam

Pendahuluan

Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra yang telah berkembang sejak zaman dahulu. Karya sastra ini memiliki peran penting dalam masyarakat, baik sebagai hiburan maupun sebagai alat untuk menyampaikan pesan moral dan sosial. Drama dapat dipentaskan di atas panggung, diputar di televisi, atau bahkan dibaca sebagai naskah.

Dalam perkembangannya, drama telah mengalami berbagai perubahan dan perkembangan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan pengaruh budaya yang berbeda. Namun, pada dasarnya, drama tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai bentuk karya sastra yang menceritakan tentang kehidupan dan perilaku manusia.

Selain sebagai bentuk hiburan, drama juga memiliki fungsi edukatif dan sosial. Drama dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan moral dan sosial kepada masyarakat. Melalui drama, masyarakat dapat belajar tentang nilai-nilai kehidupan, memahami masalah sosial, dan mengembangkan empati terhadap sesama.

Dalam dunia sastra, drama memiliki posisi yang sangat penting. Drama dianggap sebagai salah satu bentuk karya sastra yang paling tinggi karena kemampuannya dalam mengekspresikan kehidupan manusia secara mendalam. Drama juga memiliki peran penting dalam perkembangan teater dan perfilman.

Secara umum, pengertian drama menurut para ahli dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu pengertian drama secara sempit dan pengertian drama secara luas. Pengertian drama secara sempit hanya terbatas pada karya sastra yang dipentaskan di atas panggung, sedangkan pengertian drama secara luas mencakup semua karya sastra yang memiliki ciri-ciri drama, meskipun tidak dipentaskan di atas panggung.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian drama menurut para ahli secara lebih mendalam. Kita akan melihat berbagai perspektif dan sudut pandang yang dikemukakan oleh para ahli dalam mendefinisikan drama. Selain itu, kita juga akan membahas kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pengertian drama.

Pengertian Drama Menurut Para Ahli

1. Aristoteles (384-322 SM)

Menurut Aristoteles, drama adalah sebuah karya sastra yang menirukan suatu tindakan manusia dalam bentuk dialog. Aristoteles membagi drama menjadi tiga jenis, yaitu tragedi, komedi, dan satir. Tragedi menggambarkan tokoh yang mengalami kejatuhan karena kesalahan atau kelemahannya sendiri, sementara komedi menggambarkan tokoh yang mengalami kemenangan atas kesulitan atau rintangan. Satir merupakan perpaduan antara tragedi dan komedi, yang biasanya digunakan untuk mengkritik masyarakat atau individu tertentu.

2. Plato (427-347 SM)

Plato berpendapat bahwa drama adalah sebuah bentuk peniruan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Menurut Plato, drama hanya menyajikan gambaran palsu tentang dunia dan tidak dapat memberikan pengetahuan yang benar. Oleh karena itu, Plato tidak menyukai drama dan menganggapnya sebagai bentuk hiburan yang tidak bermanfaat.

3. Horace (65-8 SM)

Horace berpendapat bahwa drama harus menyenangkan dan mendidik. Menurut Horace, drama harus memenuhi tiga syarat, yaitu kesatuan waktu, tempat, dan cerita. Selain itu, drama harus ditulis dalam bahasa yang indah dan menggunakan teknik-teknik retorika untuk membangkitkan emosi penonton.

4. Samuel Johnson (1709-1784)

Samuel Johnson berpendapat bahwa drama adalah sebuah karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan karakter manusia. Menurut Johnson, drama harus menunjukkan perilaku manusia yang sebenarnya dan tidak boleh terlalu berlebihan atau tidak realistis. Johnson juga menekankan pentingnya konflik dan resolusi dalam drama.

5. Gotthold Ephraim Lessing (1729-1781)

Gotthold Ephraim Lessing berpendapat bahwa drama adalah sebuah bentuk karya sastra yang menirukan tindakan manusia dalam bentuk dialog yang hidup. Menurut Lessing, drama harus memberikan gambaran yang jelas dan utuh tentang karakter dan tindakan manusia. Lessing juga menekankan pentingnya kebebasan penyair dalam menciptakan karyanya.

6. George Bernard Shaw (1856-1950)

George Bernard Shaw berpendapat bahwa drama adalah sebuah bentuk karya sastra yang harus memiliki tujuan sosial dan politik. Menurut Shaw, drama harus digunakan untuk mengkritik masyarakat dan mendorong perubahan sosial. Shaw juga menekankan pentingnya humor dan satire dalam drama.

7. Bertolt Brecht (1898-1956)

Bertolt Brecht berpendapat bahwa drama adalah sebuah bentuk karya sastra yang harus mengasingkan penontonnya. Menurut Brecht, penonton harus diajak untuk berpikir kritis dan tidak hanya terlarut dalam emosi drama. Brecht juga mengembangkan teknik-teknik teater yang disebut “teater epik” untuk mencapai tujuan ini.

Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Drama Menurut Para Ahli

1. Pengertian Drama Menurut Aristoteles

Kelebihan:
– Pengertian Aristoteles sangat jelas dan ringkas.
– Pengertian Aristoteles mudah dipahami dan diterapkan.
– Pengertian Aristoteles telah menjadi dasar bagi perkembangan teori drama modern.

Kekurangan:
– Pengertian Aristoteles terlalu sempit dan hanya terbatas pada drama yang dipentaskan di atas panggung.
– Pengertian Aristoteles tidak mempertimbangkan perkembangan drama modern yang telah keluar dari tradisi Aristoteles.

2. Pengertian Drama Menurut Plato

Kelebihan:
– Pengertian Plato sangat filosofis dan mendalam.
– Pengertian Plato memberikan perspektif baru dalam melihat drama.

Kekurangan:
– Pengertian Plato terlalu abstrak dan sulit dipahami.
– Pengertian Plato tidak memberikan panduan yang jelas bagi penulis drama.

3. Pengertian Drama Menurut Horace

Kelebihan:
– Pengertian Horace sangat praktis dan mudah diterapkan.
– Pengertian Horace memberikan panduan yang jelas bagi penulis drama.
– Pengertian Horace telah banyak digunakan dalam penulisan drama sejak zaman dahulu hingga sekarang.

Kekurangan:
– Pengertian Horace terlalu kaku dan membatasi kreativitas penulis drama.
– Pengertian Horace tidak mempertimbangkan perkembangan drama modern yang telah keluar dari tradisi Horace.

4. Pengertian Drama Menurut Samuel Johnson

Kelebihan:
– Pengertian Samuel Johnson sangat jelas dan komprehensif.
– Pengertian Samuel Johnson memberikan gambaran yang jelas tentang karakteristik drama.
– Pengertian Samuel Johnson telah banyak digunakan dalam kritik dan analisis drama.

Kekurangan:
– Pengertian Samuel Johnson terlalu panjang dan bertele-tele.
– Pengertian Samuel Johnson tidak memberikan panduan yang jelas bagi penulis drama.

5. Pengertian Drama Menurut Gotthold Ephraim Lessing

Kelebihan:
– Pengertian Gotthold Ephraim Lessing sangat mendalam dan filosofis.
– Pengertian Gotthold Ephraim Lessing memberikan perspektif baru dalam melihat drama.

Kekurangan:
– Pengertian Gotthold Ephraim Lessing terlalu abstrak dan sulit dipahami.
– Pengertian Gotthold Ephraim Lessing tidak memberikan panduan yang jelas bagi penulis drama.

6. Pengertian Drama Menurut George Bernard Shaw

Kelebihan:
– Pengertian George Bernard Shaw sangat progresif dan inovatif.
– Pengertian George Bernard Shaw memberikan perspektif baru dalam melihat fungsi drama.
– Pengertian George Bernard Shaw telah banyak digunakan dalam penulisan drama modern.

Kekurangan:
– Pengertian George Bernard Shaw terlalu sempit dan hanya terbatas pada drama yang memiliki tujuan sosial dan politik.
– Pengertian George Bernard Shaw tidak mempertimbangkan perkembangan drama modern yang telah keluar dari tradisi Shaw.

7. Pengertian Drama Menurut Bertolt Brecht

Kelebihan:
– Pengertian Bertolt Brecht sangat unik dan orisinal.
– Pengertian Bertolt Brecht memberikan perspektif baru dalam melihat konsep drama.
– Pengertian Bertolt Brecht telah banyak digunakan dalam penulisan dan pementasan drama modern.

Kekurangan:
– Pengertian Bertolt Brecht terlalu sulit dipahami dan diterapkan.
– Pengertian Bertolt Brecht tidak memberikan panduan yang jelas bagi penulis drama.

Tabel Pengertian Drama Menurut