menurut jumhur ulama yang disebut tetangga adalah

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di Esadayalestari.co.id. Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam tentang konsep tetangga menurut jumhur ulama. Sejak dulu, tetangga memegang peran penting dalam kehidupan bermasyarakat, tak terkecuali dalam pandangan Islam. Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami definisi, kelebihan, kekurangan, bahkan hak dan kewajiban yang terkait dengan tetangga.

Pendahuluan

Definisi tetangga menurut jumhur ulama memiliki cakupan yang cukup luas. Imam Al-Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab mendefinisikan tetangga sebagai orang yang berdekatan rumahnya dengan rumah kita, baik dekat secara jarak maupun hubungan kekeluargaan.

Dalam pandangan Islam, tetangga tidak hanya sebatas orang yang tinggal berdekatan, namun juga mencakup mereka yang tinggal berhadapan, bersebelahan, dan bahkan tinggal di lingkungan yang sama. Definisi ini mengisyaratkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hubungan baik dengan tetangga, meskipun tidak memiliki ikatan keluarga.

Hubungan baik dengan tetangga merupakan salah satu perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa tetangga memiliki hak atas kita, sebagaimana yang tercantum dalam surah An-Nisa ayat 36: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh.”

Hadis Nabi Muhammad SAW juga banyak menekankan tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari definisi dan dalil-dalil tersebut, jelaslah bahwa tetangga menurut jumhur ulama memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan kewajiban setiap Muslim, sebagaimana perintah Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW.

Kelebihan Tetangga Menurut Jumhur Ulama

Beberapa kelebihan tetangga menurut jumhur ulama antara lain:

1. Saling Membantu dan Mendukung

Tetangga yang baik akan saling membantu dan mendukung dalam berbagai hal, seperti membantu pekerjaan rumah, mengantarkan ke suatu tempat, atau menjaga anak saat orang tuanya tidak ada. Saling membantu ini akan menciptakan lingkungan yang harmonis dan nyaman.

2. Sumber Informasi dan Bantuan

Tetangga dapat menjadi sumber informasi dan bantuan yang berharga. Mereka dapat memberikan informasi tentang lingkungan sekitar, merekomendasikan jasa atau produk, atau bahkan membantu mencari pekerjaan atau tempat tinggal baru.

3. Meningkatkan Rasa Aman

Tetangga yang baik akan menjaga keamanan lingkungan sekitar. Mereka akan saling memperhatikan dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada yang berwajib. Hal ini akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.

4. Membangun Relasi Sosial

Tetangga dapat menjadi sarana membangun relasi sosial yang baik. Berbincang santai, menghadiri acara bersama, atau sekadar saling menyapa akan memperkuat jalinan kekerabatan dan menciptakan lingkungan yang ramah.

5. Mendidik Anak-Anak

Tetangga dapat menjadi panutan dan pendidik bagi anak-anak. Mereka dapat mengajarkan nilai-nilai positif, seperti sopan santun, tolong-menolong, dan menghormati orang lain.

6. Menjaga Tradisi dan Budaya

Tetangga dapat berperan dalam menjaga tradisi dan budaya setempat. Mereka dapat mengadakan acara bersama, seperti pengajian, gotong royong, atau perayaan adat, yang akan melestarikan nilai-nilai luhur masyarakat.

7. Menciptakan Lingkungan yang Sehat

Tetangga yang peduli akan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Mereka akan bergotong royong membersihkan saluran air, menanam pohon, atau mengolah sampah organik. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua warga.

Kekurangan Tetangga Menurut Jumhur Ulama

Meskipun memiliki banyak kelebihan, tetangga juga dapat menimbulkan beberapa kekurangan, antara lain:

1. Konflik dan Perselisihan

Jika tidak dikelola dengan baik, hubungan bertetangga dapat memicu konflik dan perselisihan, seperti masalah kebisingan, batas tanah, atau perbedaan gaya hidup. Konflik yang berkepanjangan dapat merusak harmoni lingkungan.

2. Gangguan dan Ketidaknyamanan

Beberapa tetangga mungkin menimbulkan gangguan dan ketidaknyamanan, seperti membuat keributan di malam hari, membuang sampah sembarangan, atau memelihara hewan peliharaan yang mengganggu. Gangguan ini dapat menurunkan kualitas hidup warga.

3. Sikap Acuh dan Individualistis

Di era modern, sikap acuh dan individualistis dapat menjadi penghalang hubungan bertetangga. Beberapa tetangga mungkin tidak peduli dengan lingkungan sekitar atau enggan berinteraksi dengan orang lain.

4. Penyalahgunaan Kekuasaan

Dalam beberapa kasus, tetangga yang memiliki kekuasaan atau pengaruh dapat menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi. Hal ini dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan ketidakadilan.

5. Ancaman Privasi

Tetangga yang terlalu dekat atau ingin tahu dapat mengancam privasi kita. Mereka mungkin menguping percakapan, mengintip ke dalam rumah, atau menyebarkan gosip yang tidak benar.

6. Persaingan Tidak Sehat

Dalam lingkungan yang kompetitif, tetangga dapat terlibat dalam persaingan tidak sehat, seperti pamer kekayaan, berlomba-lomba membangun rumah mewah, atau meremehkan pencapaian orang lain.

7. Perbedaan Nilai dan Keyakinan

Di lingkungan yang memiliki keberagaman nilai dan keyakinan, tetangga dapat memiliki pandangan yang berbeda tentang berbagai hal, seperti gaya hidup, politik, atau agama. Perbedaan ini dapat menjadi sumber konflik jika tidak dikelola dengan toleransi dan saling menghormati.

Hak dan Kewajiban Tetangga dalam Islam

Menurut jumhur ulama, tetangga memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Hak-hak tetangga antara lain:

1. Hak Mendapat Penghormatan

Semua tetangga, tanpa memandang perbedaan agama, ras, atau status sosial, berhak mendapatkan penghormatan dan perlakuan yang baik. Hal ini termasuk menyapa, tersenyum, dan menawarkan bantuan jika dibutuhkan.

2. Hak Mendapat Perlindungan

Tetangga berhak mendapat perlindungan dari segala bentuk gangguan atau ancaman yang membahayakan jiwa, harta, atau kehormatan mereka. Tetangga harus saling membantu dalam menjaga keamanan lingkungan dan melaporkan tindakan mencurigakan kepada pihak berwenang.

3. Hak Mendapat Bantuan

Tetangga berhak mendapat bantuan dan dukungan dalam keadaan darurat atau kesulitan, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau bencana alam. Tetangga harus saling membantu dan meringankan beban satu sama lain.

Adapun kewajiban tetangga antara lain:

1. Kewajiban Menjaga Adab

Tetangga harus menjaga adab dan sopan santun dalam berinteraksi. Mereka tidak boleh membuat keributan, membuang sampah sembarangan, atau melakukan perbuatan yang merugikan tetangganya.

2. Kewajiban Menghormati Privasi

Tetangga harus menghormati privasi tetangganya. Mereka tidak boleh menguping percakapan, mengintip ke dalam rumah, atau menyebarkan gosip tentang tetangganya.

3. Kewajiban Menjaga Keamanan

Tetangga harus turut menjaga keamanan lingkungan sekitar. Mereka dapat membentuk pos ronda, melaporkan aktivitas mencurigakan, dan saling mengingatkan tentang pentingnya kewaspadaan.

4. Kewajiban Berbagi dan Bergotong Royong

Tetangga harus saling berbagi dan bergotong royong dalam kegiatan yang bermanfaat, seperti membersihkan saluran air, memperbaiki jalan, atau menyelenggarakan acara bersama. Gotong royong akan mempererat hubungan dan menciptakan lingkungan yang nyaman.

5. Kewajiban Menasihati dan Menegur

Jika tetangga mengetahui ada tetangganya yang melakukan kesalahan atau perbuatan tidak baik, maka ia wajib menasihati dan menegurnya dengan cara yang baik dan bijaksana. Ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan.

Tabel Informasi Lengkap

Aspek Menurut Jumhur Ulama
Definisi Orang yang berdekatan rumahnya dengan rumah kita, baik dekat secara jarak maupun hubungan kekeluargaan.
Kelebihan Saling membantu, sumber informasi, meningkatkan rasa aman, membangun relasi sosial, mendidik anak-anak, menjaga tradisi, menciptakan lingkungan sehat.