kurikulum menurut para ahli

Kata Pembuka

Halo, selamat datang di Esadayalestari.co.id. Di dunia pendidikan yang terus berkembang, kurikulum memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman belajar siswa. Dalam artikel ini, kita akan menyelami pandangan para ahli tentang kurikulum, mengeksplorasi kelebihan dan kekurangannya, serta menyajikan informasi komprehensif untuk memandu para pendidik dalam mengembangkan kurikulum yang efektif.

Pendahuluan

Kurikulum adalah rencana yang menetapkan tujuan, isi, dan pengalaman belajar untuk program pendidikan. Ini membentuk kerangka kerja bagi guru untuk memfasilitasi pembelajaran dan menjamin konsistensi dalam penyampaian pengetahuan dan keterampilan.

Dalam beberapa dekade terakhir, konsep kurikulum telah mengalami evolusi yang signifikan. Dari kurikulum terpusat yang menekankan pengetahuan dasar hingga pendekatan yang berpusat pada siswa yang memprioritaskan pengalaman belajar yang relevan, perkembangan ini mencerminkan perubahan kebutuhan dan tren pendidikan.

Memahami perspektif para ahli tentang kurikulum sangat penting bagi pendidik untuk mengembangkan kurikulum yang komprehensif dan efektif. Pandangan ini memberikan wawasan berharga tentang peran kurikulum dalam pendidikan dan membantu menginformasikan praktik mengajar.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas kontribusi dari berbagai ahli dalam bidang kurikulum, menyoroti kelebihan dan kekurangan pendekatan mereka, dan menyediakan alat untuk membantu pendidik menavigasi lanskap kurikulum yang kompleks.

Dengan mengadopsi perspektif para ahli, pendidik dapat menciptakan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa mereka, memfasilitasi lingkungan belajar yang dinamis, dan mempersiapkan siswa untuk tantangan abad ke-21.

Jadi, persiapkan diri Anda untuk perjalanan mendalam ke dunia kurikulum. Mari kita jelajahi wawasan para ahli dan temukan cara mengembangkan kurikulum yang akan menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan siswa.

Pandangan Ahli tentang Kurikulum

John Dewey: Kurikulum Berpusat pada Anak

John Dewey, bapak pendidikan progresif, berpendapat bahwa kurikulum harus berpusat pada pengalaman dan minat anak. Dia yakin bahwa siswa belajar terbaik ketika terhubung dengan dunia nyata dan ketika pembelajaran menjadi proses aktif dan partisipatif.

Jerome Bruner: Kurikulum Spiral

Jerome Bruner mengembangkan gagasan kurikulum spiral, yang mengusulkan bahwa konsep dan keterampilan diperkenalkan berulang kali pada tingkat kesulitan yang semakin meningkat. Pendekatan ini memungkinkan siswa membangun pemahaman yang lebih dalam dan komprehensif dari waktu ke waktu.

Howard Gardner: Kecerdasan Majemuk

Howard Gardner memperkenalkan teori kecerdasan majemuk, yang mengakui bahwa ada berbagai jenis kecerdasan, termasuk linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, dan intrapersonal. Teori ini menekankan perlunya kurikulum yang mengakomodasi beragam kekuatan dan gaya belajar siswa.

Ralph Tyler: Model Tyler

Model Tyler adalah kerangka kerja empat langkah untuk mengembangkan kurikulum. Ini melibatkan mengidentifikasi tujuan, memilih pengalaman belajar, mengorganisir pengalaman, dan mengevaluasi hasilnya. Model ini memberikan pendekatan yang sistematis dan terstruktur untuk pengembangan kurikulum.

Benjamin Bloom: Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom adalah hierarki keterampilan kognitif yang digunakan untuk mengklasifikasikan tujuan pembelajaran. Ini terdiri dari enam tingkat: pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Taksonomi ini membantu guru merancang pengalaman belajar yang menantang dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.

Robert Mager: Hasil Pembelajaran

Robert Mager menekankan pentingnya hasil pembelajaran yang dapat diamati dan terukur. Ia berpendapat bahwa tujuan kurikulum harus dinyatakan dalam hal apa yang akan dapat dilakukan siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajar.

Elliot Eisner: Kurikulum Tersembunyi

Elliot Eisner berpendapat bahwa kurikulum tidak hanya terbatas pada konten dan pengalaman yang secara eksplisit dinyatakan. Itu juga mencakup pesan dan nilai-nilai tersembunyi yang disampaikan melalui lingkungan belajar, sikap guru, dan pengalaman sosial siswa.

Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Menurut Para Ahli

Kelebihan

**Kurikulum Berpusat pada Anak (John Dewey):**
– Memfasilitasi pembelajaran yang relevan dan bermakna
– Memberdayakan siswa dan meningkatkan motivasi
– Mempromosikan pemikiran kritis dan pemecahan masalah

**Kurikulum Spiral (Jerome Bruner):**
– Memungkinkan siswa membangun pemahaman yang lebih dalam dan komprehensif
– Mengakomodasi gaya belajar yang berbeda
– Meningkatkan retensi pengetahuan dan keterampilan

**Kecerdasan Majemuk (Howard Gardner):**
– Menghargai keragaman kecerdasan dan gaya belajar
– Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adil
– Mendorong perkembangan keterampilan dan bakat unik

**Model Tyler (Ralph Tyler):**
– Menyediakan kerangka kerja sistematis untuk pengembangan kurikulum
– Memastikan keselarasan antara tujuan, pengalaman belajar, dan evaluasi
– Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi

**Taksonomi Bloom (Benjamin Bloom):**
– Memandu guru dalam merancang tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur
– Memfasilitasi perencanaan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan
– Membantu menilai kemajuan siswa secara komprehensif

**Hasil Pembelajaran (Robert Mager):**
– Menekankan hasil yang terukur dan dapat diamati
– Meningkatkan kejelasan dan akuntabilitas tujuan pembelajaran
– Membantu guru mengidentifikasi dan fokus pada keterampilan dan pengetahuan penting

**Kurikulum Tersembunyi (Elliot Eisner):**
– Mengungkapkan pesan dan nilai-nilai yang sering kali tidak terlihat
– Memungkinkan pendidik untuk secara kritis merefleksikan lingkungan belajar
– Mempromosikan kesadaran tentang dampak sosial dan budaya sekolah

Kekurangan

**Kurikulum Berpusat pada Anak (John Dewey):**
– Dapat menyebabkan kurangnya fokus dan struktur
– Membutuhkan guru yang terampil dan terlatih
– Mungkin sulit untuk menilai kemajuan siswa secara objektif

**Kurikulum Spiral (Jerome Bruner):**
– Dapat memperlambat kemajuan siswa dalam beberapa mata pelajaran
– Membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang cermat
– Mungkin sulit untuk mengakomodasi semua siswa dalam lingkungan belajar yang dinamis

**Kecerdasan Majemuk (Howard Gardner):**
– Dapat menciptakan kesenjangan dalam peluang belajar bagi siswa dengan kekuatan yang berbeda
– Membutuhkan guru untuk mengadaptasi instruksi secara signifikan
– Mungkin sulit untuk menilai kemajuan siswa dalam semua jenis kecerdasan

**Model Tyler (Ralph Tyler):**
– Berfokus pada tujuan yang dapat diamati, yang dapat membatasi peluang belajar yang lebih luas
– Dapat menjadi kaku dan kurang responsif terhadap perubahan kebutuhan siswa
– Mungkin sulit untuk mengevaluasi hasil dengan akurat

**Taksonomi Bloom (Benjamin Bloom):**
– Dapat mempromosikan pembelajaran dangkal dan memusatkan perhatian pada ingatan
– Mungkin sulit untuk menerapkan semua tingkat taksonomi dalam semua mata pelajaran
– Dapat mengabaikan faktor-faktor motivasi dan sosial dalam pembelajaran

**Hasil Pembelajaran (Robert Mager):**
– Dapat membatasi kreativitas dan pembelajaran eksploratif
– Mungkin tidak selalu menangkap hasil pembelajaran yang lebih kompleks
– Dapat mempromosikan reduksionisme dalam pendidikan

**Kurikulum Tersembunyi (Elliot Eisner):**
– Dapat menciptakan bias dan ketidakadilan yang tidak diinginkan
– Sulit untuk mengidentifikasi dan mengontrol semua aspek kurikulum tersembunyi
– Mungkin mengalihkan perhatian dari tujuan pembelajaran yang eksplisit

Tabel Kurikulum Menurut Para Ahli

Ahli Pendekatan Kurikulum Prinsip Utama Kelebihan Kekurangan
John Dewey Kurikulum Berpusat pada Anak Pengalaman dan minat anak, pembelajaran aktif dan partisipatif Relevan, memotivasi, pemikiran kritis Kurang fokus, membutuhkan guru terampil, sulit dievaluasi
Jerome Bruner Kurikulum Spiral Konsep dan keterampilan diperkenalkan berulang kali pada tingkat kesulitan yang meningkat Pemahaman yang lebih dalam, mengakomodasi gaya belajar, meningkatkan retensi Lambat, membutuhkan perencanaan cermat, sulit diakomodasi semua siswa
Howard Gardner Kecerdasan Majemuk Berbagai jenis kecerdasan, termasuk linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, dan intrapersonal Inklusif, mengembangkan bakat unik, menghargai keragaman Kesenjangan peluang belajar, membutuhkan adaptasi instruksi, sulit dievaluasi
Ralph Tyler