bekam menurut islam

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di Esadayalestari.co.id. Pada kesempatan ini, kami akan menyajikan ulasan komprehensif tentang bekam dalam pandangan Islam. Sejak dahulu kala, bekam telah menjadi praktik penyembuhan alternatif yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Namun, bagaimana pandangan agama Islam tentang praktik ini? Artikel ini akan mengeksplorasi secara mendalam tentang bekam, kelebihan dan kekurangannya, serta panduan lengkap pelaksanaannya.

Pendahuluan

Bekam merupakan teknik pengobatan tradisional yang melibatkan pembuatan sayatan kecil pada kulit dan menyedot darah yang keluar menggunakan alat kop atau gelas khusus. Praktik ini dipercaya dapat melancarkan aliran darah, mengurangi rasa sakit, dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Namun, penting untuk memahami bagaimana Islam memandang praktik bekam agar umat Islam dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai penggunaannya.

Dalam Islam, bekam dikenal dengan istilah hijamah. Hadist Nabi Muhammad SAW menjadi acuan utama pandangan Islam tentang bekam. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kesembuhan itu terdapat pada tiga perkara: yaitu berbekam, mengoleskan madu, dan besi panas.” Hadits ini menunjukkan bahwa bekam merupakan salah satu metode pengobatan yang diakui oleh Islam.

Selain hadits, terdapat juga ayat-ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang bekam. Dalam Surat Al-Anbiya ayat 87, Allah SWT berfirman, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan kesembuhan kepada hamba-Nya melalui berbagai cara, termasuk bekam.

Berdasarkan hadits dan ayat Al-Qur’an tersebut, dapat disimpulkan bahwa Islam tidak melarang praktik bekam. Bahkan, bekam dianjurkan sebagai salah satu cara pengobatan yang dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Namun, penting untuk dicatat bahwa bekam bukanlah obat untuk semua penyakit. Bekam hanya merupakan metode pengobatan alternatif yang dapat membantu mengatasi beberapa kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penggunaan bekam harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan petunjuk dari dokter atau ahli kesehatan yang berkompeten.

Kelebihan Bekam Menurut Islam

Manfaat Terapi Bekam

Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi menjelaskan, “Hijamah (bekam) dapat menghilangkan darah kotor dan melancarkan peredaran darah.” Hadits ini menunjukkan bahwa bekam memiliki beberapa manfaat terapi, di antaranya:

1. Mengurangi nyeri dan peradangan pada berbagai jenis penyakit, seperti sakit kepala, migrain, sakit punggung, dan radang sendi.

2. Meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

3. Mengurangi stres dan kecemasan, serta dapat meningkatkan kualitas tidur.

4. Membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan fungsi organ tubuh.

5. Menguatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah berbagai jenis penyakit.

Bukti Ilmiah

Beberapa penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa bekam dapat memberikan beberapa manfaat kesehatan. Misalnya, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan bahwa bekam efektif dalam mengurangi nyeri dan peradangan pada pasien dengan sakit punggung. Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Traditional Chinese Medicine menemukan bahwa bekam dapat meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh.

Kekurangan Bekam Menurut Islam

Efek Samping Bekam

Meskipun bekam umumnya dianggap sebagai praktik yang aman, namun dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti:

1. Nyeri dan memar di area yang dibekam.

2. Infeksi, jika alat bekam yang digunakan tidak steril.

3. Pusing dan pingsan, terutama pada orang yang memiliki tekanan darah rendah.

4. Reaksi alergi pada beberapa orang.

Kontraindikasi Bekam

Bekam tidak dianjurkan untuk dilakukan pada orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti:

1. Orang yang memiliki gangguan pembekuan darah.

2. Orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.

3. Orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke.

4. Orang yang memiliki kulit yang tipis dan sensitif.

5. Wanita hamil atau sedang menstruasi.

Panduan Lengkap Bekam Menurut Islam

Jenis-jenis Bekam

Dalam Islam, terdapat beberapa jenis bekam, antara lain:

1. Bekam Kering (Bekam Sunnah): Teknik bekam yang hanya dilakukan dengan menyedot kulit tanpa mengeluarkan darah.

2. Bekam Basah: Teknik bekam yang dilakukan dengan menyedot kulit dan mengeluarkan darah yang keluar.

3. Bekam Jarum: Teknik bekam yang dilakukan dengan menusuk kulit menggunakan jarum steril sebelum melakukan penyedotan.

Waktu Pelaksanaan Bekam

Dalam Islam, waktu yang dianjurkan untuk melakukan bekam adalah pada pertengahan bulan (tanggal 15-17), karena pada waktu tersebut aliran darah dalam tubuh sedang lancar.

Lokasi Bekam

Beberapa lokasi yang dianjurkan untuk melakukan bekam menurut Islam, antara lain:

1. Punggung antara kedua bahu.

2. Bagian atas kepala (ubun-ubun).

3. Bagian bawah tengkuk.

4. Belakang lutut.

5. Betis.

Cara Melakukan Bekam

Cara melakukan bekam secara umum, antara lain:

1. Bersihkan area kulit yang akan dibekam dengan sabun dan air bersih.

2. Oleskan minyak zaitun atau minyak wijen pada area yang akan dibekam.

3. Tempelkan alat bekam pada area kulit yang telah diolesi minyak.

4. Sedot kulit menggunakan alat bekam hingga terasa cukup kencang.

5. Keluarkan darah dari dalam alat bekam.

6. Bersihkan area bekas bekam dengan kapas dan air bersih.

FAQ

1. Apakah bekam diwajibkan dalam Islam?

Tidak, bekam tidak diwajibkan dalam Islam, tetapi merupakan salah satu metode pengobatan yang dianjurkan.

2. Berapa sering boleh melakukan bekam?

Dalam Islam, tidak ada batasan pasti mengenai seberapa sering boleh melakukan bekam. Namun, umumnya bekam dilakukan 1-2 kali dalam sebulan.

3. Apakah bekam dapat menyembuhkan semua penyakit?

Tidak, bekam bukanlah obat untuk semua penyakit. Bekam hanya merupakan metode pengobatan alternatif yang dapat membantu mengatasi beberapa kondisi kesehatan tertentu.

4. Apakah bekam aman dilakukan pada ibu hamil?

Tidak, bekam tidak dianjurkan untuk dilakukan pada ibu hamil karena dapat memicu kontraksi prematur.

5. Apakah bekam dapat membatalkan puasa?

Ya, bekam basah dapat membatalkan puasa karena mengeluarkan darah dari dalam tubuh.

Kesimpulan

Bekam merupakan praktik pengobatan alternatif yang diakui oleh Islam. Hadist Nabi Muhammad SAW dan ayat-ayat Al-Qur’an menjadi landasan pandangan Islam tentang bekam. Bekam memiliki beberapa manfaat terapi, antara lain mengurangi nyeri dan peradangan, meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi stres, mengeluarkan racun, dan menguatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, bekam juga memiliki beberapa efek samping dan kontraindikasi yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, penggunaan bekam harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan petunjuk dokter atau ahli kesehatan yang kompeten.

Dengan memahami pandangan Islam tentang bekam, umat Islam dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai penggunaannya. Bekam dapat menjadi salah satu cara pengobatan alternatif yang bermanfaat bagi kesehatan, namun harus tetap diingat bahwa bekam bukanlah obat untuk semua penyakit.

Kata Penutup

Kami harap artikel ini dapat memberikan informasi yang komprehensif tentang bekam dalam perspektif Islam. Jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan yang terpercaya. Kami percaya bahwa dengan memahami pandangan Islam tentang pengobatan alternatif, umat Islam dapat membuat pilihan yang tepat untuk menjaga kesehatan mereka secara optimal.