arti mujahadah menurut nu

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di Esadayalestari.co.id. Kali ini, kita akan mengupas topik menarik seputar makna mujahadah dalam perspektif Nahdlatul Ulama (NU). Istilah mujahadah kerap terdengar dalam ajaran Islam, merujuk pada sebuah konsep perjuangan yang mulia. Dalam konteks NU, mujahadah memiliki pemaknaan khusus yang perlu kita dalami bersama.

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU memiliki pandangan tersendiri tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk konsep mujahadah. Memahami arti mujahadah menurut NU sangat penting untuk memperkaya pemahaman kita tentang ajaran Islam yang komprehensif. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang pengertian, jenis, manfaat, kelebihan dan kekurangan, serta praktik mujahadah dalam perspektif NU.

Pendahuluan

Istilah “mujahadah” berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti “berjuang”. Dalam konteks keagamaan, mujahadah didefinisikan sebagai upaya atau perjuangan yang dilakukan oleh seseorang untuk melawan hawa nafsu, menjauhi perbuatan dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, mujahadah dianggap sebagai salah satu pilar penting dalam mencapai ketakwaan dan ridha Allah SWT. Mujahadah dimaknai sebagai bentuk pengabdian dan ibadah yang dilakukan secara terus-menerus, baik secara batiniah (mujahadah an-nafs) maupun secara lahiriah (mujahadah al-harb).

Bagi Nahdlatul Ulama (NU), mujahadah merupakan salah satu konsep fundamental dalam ajaran Islam. NU memandang mujahadah sebagai sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap muslim untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat.

Dalam pandangan NU, mujahadah tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan melawan godaan hawa nafsu, tetapi juga mencakup aspek-aspek yang lebih luas, seperti berjuang melawan kemungkaran, menegakkan kebenaran, dan mewujudkan kemaslahatan umat.

Mujahadah menurut NU juga tidak terbatas pada ranah ibadah ritual saja, tetapi juga mencakup aspek sosial, politik, dan ekonomi. Dengan demikian, mujahadah dalam perspektif NU memiliki cakupan yang sangat luas dan komprehensif.

Memahami arti mujahadah menurut NU sangat penting bagi kita sebagai seorang muslim yang ingin menjalankan ajaran Islam secara kaffah. Dengan memahami esensi mujahadah, kita diharapkan mampu mengendalikan diri, meningkatkan ketakwaan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Jenis-Jenis Mujahadah

Dalam perspektif NU, mujahadah dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Mujahadah An-Nafs

Mujahadah an-nafs adalah perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan setan yang berusaha menyesatkan manusia. Mujahadah ini bertujuan untuk mengendalikan diri, menjauhi perbuatan dosa, dan membersihkan hati dari sifat-sifat tercela.

Beberapa bentuk mujahadah an-nafs antara lain berpuasa, menahan amarah, menjauhi perkataan yang buruk, dan menjaga pandangan.

2. Mujahadah Al-Harb

Mujahadah al-harb adalah perjuangan melawan musuh-musuh Islam yang berusaha menghancurkan atau melemahkan ajaran Islam. Mujahadah ini dilakukan dengan cara perang atau perlawanan secara fisik untuk mempertahankan diri dan menegakkan kebenaran.

Dalam konteks Indonesia, mujahadah al-harb juga dimaknai sebagai perjuangan melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.

Manfaat Mujahadah

Melakukan mujahadah memiliki banyak manfaat bagi seorang muslim, di antaranya:

1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Mujahadah adalah salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan bermujahadah, seorang muslim dapat menunjukkan ketaatan dan pengabdiannya kepada Sang Pencipta.

2. Menumbuhkan Ketakwaan

Mujahadah dapat menumbuhkan ketakwaan dalam hati seorang muslim. Ketika seseorang mampu mengendalikan hawa nafsunya, menjauhi perbuatan dosa, dan berjuang di jalan Allah SWT, maka ketakwaannya akan semakin meningkat.

3. Memperoleh Ridha Allah SWT

Mujahadah adalah salah satu cara untuk memperoleh ridha Allah SWT. Dengan melakukan mujahadah, seorang muslim menunjukkan kesungguhannya dalam beribadah dan mencari keridhaan-Nya.

4. Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Mujahadah dapat menjadikan seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan bermujahadah, seseorang dapat mengendalikan sifat-sifat buruknya, mengembangkan sifat-sifat terpuji, dan menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

5. Mencapai Tujuan Hidup

Mujahadah dapat membantu seseorang mencapai tujuan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan bermujahadah, seseorang dapat mengatasi segala rintangan dan cobaan yang menghadang.

Kelebihan dan Kekurangan Mujahadah

Seperti halnya sesuatu yang lain, mujahadah juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan mujahadah:

Kelebihan Mujahadah:

1. Membantu mengendalikan hawa nafsu

2. Menumbuhkan ketakwaan

3. Memperoleh ridha Allah SWT

4. Menjadi pribadi yang lebih baik

5. Mencapai tujuan hidup

Kekurangan Mujahadah:

1. Dapat menimbulkan rasa lelah

2. Dapat memicu kejenuhan

3. Membutuhkan kesabaran dan konsistensi

4. Tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam bermujahadah

5. Dapat menjadi beban jika dilakukan secara berlebihan

Praktik Mujahadah dalam Perspektif NU

Dalam perspektif NU, mujahadah tidak hanya sebatas teori, tetapi juga harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa praktik mujahadah yang dianjurkan oleh NU antara lain:

1. Beribadah Sunnah

Melaksanakan ibadah sunnah secara teratur, seperti sholat sunnah, puasa sunnah, dan zikir, termasuk dalam praktik mujahadah. Ibadah sunnah dapat membantu mengendalikan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Mengendalikan Lidah

Menjaga lisan dari perkataan yang buruk, seperti berkata kasar, menggunjing, dan memfitnah, merupakan salah satu bentuk mujahadah yang penting. Mengendalikan lidah dapat membantu menjaga keharmonisan dan mencegah fitnah.

3. Menjauhi Perbuatan Maksiat

Menjauhi perbuatan maksiat, seperti zina, mencuri, dan membunuh, merupakan kewajiban setiap muslim. Menjauhi perbuatan maksiat dapat membantu menjaga kemurnian hati dan memperoleh ridha Allah SWT.

4. Bersabar dalam Menghadapi Cobaan

Kesabaran dalam menghadapi cobaan dan kesulitan adalah bagian dari mujahadah. Dengan bersabar, seorang muslim dapat menjaga keimanannya dan memperoleh pahala dari Allah SWT.

5. Berdakwah dengan Hikmah dan Bijaksana

Berdakwah dengan hikmah dan bijaksana merupakan salah satu bentuk mujahadah yang penting. Berdakwah dengan cara yang benar dapat menarik hati orang lain dan menyebarkan ajaran Islam yang damai.

Tabel Arti Mujahadah Menurut NU

Aspek Pengertian
Definisi Perjuangan melawan hawa nafsu, menjauhi perbuatan dosa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT
Tujuan Mendekatkan diri kepada Allah SWT, menumbuhkan ketakwaan, memperoleh ridha Allah SWT, dan menjadi pribadi yang lebih baik
Jenis Mujahadah an-nafs (melawan hawa nafsu) dan mujahadah al-harb (melawan musuh-musuh Islam)
Manfaat Mendekatkan diri kepada Allah SWT, menumbuhkan ketakwaan, memperoleh ridha Allah SWT, menjadi pribadi yang lebih baik, dan mencapai tujuan hidup
Kelebihan Membantu mengendalikan hawa nafsu, menumbuhkan ketakwaan, memperoleh ridha Allah SWT, menjadi pribadi yang lebih baik, dan mencapai tujuan hidup
Kekurangan Dapat menimbulkan rasa lelah, memicu kejenu